Thursday, September 13, 2018

Menkeu Anggap Target Pertumbuhan Ekonomi Tahun Depan Realistis

Menteri Keuangan Sri Mulyani. MI/Susanto.

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai target pertumbuhan ekonomi untuk tahun depan sudah cukup realistis. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019.

"Karena ada downside risk kami akan tetap melihat 5,3 persen akan masih cukup realistis namun kita tetap waspada," kata Sri Mulyani dalam rapat dengan Komisi XI DPR, di Senayan, Jakarta, Kamis, 13 September 2018.

Dirinya menambahkan, berbagai risiko global memang masih akan menjadi perhatian pemerintah. Namun Sri Mulyani optimistis pencapaian tahun depan akan lebih baik dari tahun ini, baik dari pertumbuhan ekonomi, investasi, hingga ekspor impor.

"Kami anggap ada kesempatan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan agregat demand, investasi stabil dan meningkat di atas tujuh persen, ekspor impor akan balance, dengan impor menurun dan ekspor juga akan kinerja lebih positif atau lebih tinggi dari 2018," jelas dia.

Menurut dia, target pertumbuhan ekonomi juga melihat pencapaian pada tahun-tahun sebelumnya. Apalagi perkembangan eksternal beberapa tahun lalu juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat dari yang diharapkan.

"Dari sisi Komponen pertumbuan inilah 2014 dan terus berlangsung 2015 hingga 2016. Konsekuensi dari counter cyclical di tahun 2015 itu defisit APBN yang meningkat cukup besar, dan memang itu memang justified dari sisi untuk bisa menjaga perekonomian tidak alami goncangan terlalu besar," pungkasnya.

(SAW)


Let's block ads! (Why?)

http://ekonomi.metrotvnews.com/makro/nN95xM8N-menkeu-anggap-target-pertumbuhan-ekonomi-tahun-depan-realistis

Presiden Tanzania: Penggunaan Kontrasepsi Hanya untuk Orang Malas

Presiden Tanzania John Magufuli. (Foto: AFP).

Dodoma: Presiden Tanzania John Magufuli melarang penggunaan kontrasepsi. Menurut dia, orang-orang yang menggunakan alat kontrasepsi hanya karena mereka terlalu malas memberi makan keluarga.

Pernyataan John menarik kritik dari para kelompok hak asasi perempuan. Pasalnya, John juga menyebutkan pengendalian kelahiran hanya saran buruk.

"Mereka yang melakukan program keluarga berencana itu malas. Mereka takut tidak bisa memberi makan anak-anaknya," kata Magufuli pada akhir pekan lalu, dilansir dari laman The Independent, Kamis 13 September 2018.

"Mereka tidak ingin bekerja keras untuk memberi makan keluarga besar dan itulah alasan mengapa memilih mengontrol kelahiran hingga berakhir dengan satu atau dua anak saja," imbuhnya.

Menurut dia, wanita saat ini dapat meninggalkan metode kontrasepsi. "Yang penting adalah bereproduksi," tukas sang presiden.

Magufuli menuturkan telah melakukan studi banding di Eropa dan melihat efek bahaya dari pengendalian kelahiran. Menurutnya beberapa negara menghadapi penurunan populasi yang berakhir pada kurangnya tenaga manusia.

"Anda memiliki ternak dan merupakan petani besar. Anda dapat memberikan makan untuk anak-anak. Lalu mengapa harus mengontrol kelahiran? Ini pendapat saya, namun saya tidak melihat alasan untuk mengendalikan kelahiran di Tanzania," serunya.

Rata-rata, seorang wanita Tanzania memiliki lebih dari lima anak. Jumlah pertumbuhan penduduk mereka termasuk di angka tertinggi dunia.

(FJR)


Let's block ads! (Why?)

http://internasional.metrotvnews.com/dunia-unik/aNrDnVVk-presiden-tanzania-penggunaan-kontrasepsi-hanya-untuk-orang-malas